Jakarta Jakarta
Posted by xavidisaster_ • 31-12-2016 16:32

Lantai 4



Aku pegawai baru di salah satu perusahaan swasta. Gedung di tempatku bekerja adalah gedung tua yang memiliki 12 lantai, yang aneh dari gedung ini adalah tidak memiliki Lantai 4. Jadi setelah lantai 3 langsung lantai 5. Aku sih tak terlalu memikirkan hal itu. Hari itu adalah hari pertama aku bertugas, kebetulan aku bertugas di shift malam. Setelah memakirkan motor di parkiran basement aku langsung menuju lift blakang. sebenarnya gedung ini memiliki 3 lift, yg dua berada di depan gedung dan yang satu berada di belakang, aku memilih lift belakang karna jaraknya yang tidak jauh dari parkiran basement. Tak lama menunggu pintu lift terbuka, aku pun segera masuk kedalam dan menekan angka 5 karna tempat ku bekerja berada di lantai 5. Di dalam lift kepalaku menunduk dan fokus ke layar hapeku. Maklum anak zaman sekarang lebih memperhatikan gadgetnya dari pada memperhatikan lingkungan sekitar. Tak lama kemudian lift berbunyi dan pintu terbuka, itu pertanda aku sudah sampai di lantai 5. Pikirku lift akan berhenti otomatis di lantai yang sesuai dengan angka yang aku tekan sebelumnya. Jadi Tanpa lihat sekeliling karna masih fokus dengan hape aku kluar dari lift dan melangkah menuju ruangan kerjaku. Setelah sampai di ruangan kerjaku aku memperhatikan sekeliling, "aneh sekali tempat ini, jamnya tidak ada yang berfungsi, cat temboknya terkelupas dan lantainya sangat licin. Perasaanku tiba2 tidak enak, badanku merinding dan bulu kudukku berdiri, tapi aku mencoba berfikir positif, aku melihat OB yang sedang mengepel di depan lift yg tadi aku gunakan. Padahal ketika aku keluar dari lift tadi aku tidak melihat dia di situ, ah mungkin aku terlalu fokus dengan hapeku tadi. Kemudian aku menghampiri OB tersebut untuk meminta tolong mengepel lantai di ruanganku agar tidak licin. " mas jika sudah selesai disini, nanti tolong ruangan saya di pel juga soalnya lantainya agak licin". "Baik pa" jawab OB tersebut. Setelah itu tak sengaja pandanganku mengarah ke atas pintu lift, aku terdiam dan sangat terkejut, ternyata perasaanku tak salah. Aku melihat angka 4 tepat diatas pintu lift yg tadi aku gunakan. Aku bingung harus berbuat apa. Badanku gemetar karna saking takutnya. Tak lama OB tersebut menghampiriku dan bertanya "kenapa gemetaran mas?" Aku tak bisa menjawabnya tubuhku makin gemetar. Kemudian OB tersebut medekatkan mulutnya ke telingaku dan berbisik "di lantai 4 ac nya memang dingin mas"
Aku pun berteriak dan jatuh pingsan.
© 2020 kliwon.com. All rights reserved.