Jawa timur Sidoarjo
Posted by Miariskac • 29-10-2017 07:02

Larut Malam



Disini saya akan menceritakan pengalaman pribadi saya [28/10]

Jam menunjukan pukul 22.35 cuaca mendung dan hawa dingin yg mencengkam, saat itu aku hendak menyalakan mesin sepeda motor dan segera pulang tiba" saudaraku menghalangi jalanku sentak aku kaget dan mematikan mesin motorku bergegas ke hadapan saudaraku dan bertanya kenapa dia melarangku untuk pulang.

" lapo Nis, aku kate moleh wes bengi" dalam bahasa indonesia " kenapa Nis, aku mau pulang udah malam" ia menjawab " liwat kono ae ojok liwat kunu." bahasa indonesia " lewat sana aja, jangan lewat situ."

Lalu aku cepat menyalakan lagi motorku dan cepat" karna hari semakin malam, karna menurutku jalan yg aku dilarang lewat situ paling cepet dari jarak rumahku akhirnya aku tetap saja melewati jalan itu yg terdiri dari macam" pepohonan ada pohon nangka, pohon pisang, pohon pete, pohon mangga dan ada satu lagi yg buat orang sekitar rumah aku takut kalau lewat situ adalah sumu tua belakang rumahku, gak heran jika Nis saudaraku melarangku lewat situ.

Pagi hari saat aku hendak berangkat sekolah Nis(saudaraku) berteriak memanggilku " Miiii, "
" lapo Nis, mrinio. " bahasa indonesia " kenapa Nis, kesini aja" Nis(saudaraku) menceritakan apa yg terjadi kemarin, kenapa dia melarangku lewat situ.

Kejadian di masa silam sekitar tujuh tahun yg lalu sebelum aku menempati rumah sekarang yg ada sumur tuanya, ada segerombolan bocah yg berumur 5 taunan, 4 anak dua laki-laki dua perempuan, dua laki-laki berburu anak ayam tetangga dan dua anak perempuan menunggu dekat sumur karena kandang ayam dekat dari sumur tsb.
Saat asik berburu tiba-tiba anak ayam loncat dan berterbangan kesana kemari sehingga terjatuh disumur, salah satu anak perempuan yg mempunyai nyali tinggi untuk mencari kayu atau tongkat yg digunakan ia mencoba menunduk lebih dalam, teman yg lainya menyoraki semangat sampai pada akhirnya salah satu temanya menyenggol anak yg menunduk disumur tua tadi sehingga ia tercembur tanpa ada yg menolong meminta bantuan dan ketiga temanya panik dan lari ke rumah orang tua anak yg kecebur disumur tua.

Akhirnya orang tuanya yg panik dan lari sampai di sebelah sumur tua dan melihat anaknya yg masih ada di dalam sumur segera bergegas mencari bantuan orang kampung, setelah keluar dari sumur tua tadi anak perempuan sudah tidak benyawa alias mati.

Arwahnya masih gentayangan sampai sekarang dan yg paling sering di hantui adalah budak kecil atau anak kecil yg masih balita.
Nis(saudaraku) ternyata indigo aku baru tau itu, dan dia baru saja diganggu oleh bocah penunggu sumur, katanya Nis(saudaraku) bocah penunggu sumur tua menitip pesan agar orang yg lewat sini tidak lebih dari jam 23.00 karena dia akan mengganggu siapapun termasuk Nis(saudaraku) sendiri.


END-
© 2020 kliwon.com. All rights reserved.