Posted by catnipxx • 21-04-2016 00:37

a head over there



Hi there. Just wanna share about my little experience yak. Namaku catnip, bukan nama asli sih cuman sering dipanggil itu sama beberapa orang. Aku Solo asli. Wong jowo. Dan biasanya readers tau jawa masih kental banget sama yang supranatural. But, now in my story, nggak ada hubungannya sama aura mistis tanah jawa. Ini tentang sekolah. Yep, I'm still in HighSchool. Salah satu sekolah ternama di Solo. Kalo orang solo, pasti langsung ngerti tempatnya. Jadi di sekolahku itu kadang ada larangan yang sebenernya emang bener juga dibuat tapi kadang banyak juga yang ngeyel. Dari beberapa kali alumni cerita soal mistisnya sekolah, bukannya menghindar tapi malah cari tau, bener enggaknya cerita para alumni. Larangannya simpel. Nggak boleh ada kegiatan selepas jam 6 sore. Peraturannya keliatan biasa banget kan? Tapi kalau dilanggar tau sendiri akibatnya.
One day, ada project yang dikasih ke kelasku. Pengadaan kegiatan pameran seni rupa. Dan pameran itu harus sudah jadi waktu hari Senin. Jadi aku sebagai ketua pelaksana dibantu teman-teman membuat stand dari bambu di dalam aula. Karena standnya nggak biasa, memakan waktu banyak dari mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore, termasuk pengumpulan karya seni dan dekorasi. Itupun karyanya belum dipasang sempurna. Kami semua memutuskan pulang ke rumag masing-masing. Capek pasti karena dari pagi tenaga digunakan. Sekitar jam 7 malam. Aku dan 3 orang temanku kembali ke sekolah. Dan aku adalah satu-satunya perempuan. Nggak masalah sih ya. Lebih merasa aman. Teman-temanku (samaran nama aja ya) Alex, Samuel, Joel (what a name Haha) Alex dan Joel, mereka mengambil beberapa lukisan di rumah Alex. Aku dan Sam hanya menunggu di sekolah. Perasaan was-was tapi kepo. Sam berlari meninggalkanku ke lobby. Dan tentu saja aku menyusulnya. See something? Ya aku lihat cahaya seperti senter digerakkan warna oranye di ruang multimedia. Di lantai dua. Tak mau menatap lebih lama aku lebih mempercepat lari. Tak lama Alex dan Joel datang. Membawa 2 lukisan serem I think. Lukisannya gambar Prabu Siliwangi tau kan? Sama Tari Bali. That wascreepy. Lukisannya panas banget. Entah kenapa. Bisa gitu. Alex cerita ini lukisan memang ada penunggunya. Deg. Kampret kan. Udah jam 8 malem, di sekolah, berempat, lukisannya berhantu. What a creepy night Kami rehat sejenak. Makan di luar sekolah yang emang tiap malam jadi kaya foodcourt. Dan kami kembali jam 9. Belum menata karyanya pula. Aku sama sekali tak berpikiran aneh saat itu. Kemudian Alex memberitahu bahwa kami sedang di awasi oleh seorang perempuan dari depan aula. Yah Alex memang begitu. Aulanya memang berada di lantai 2, dan saat Alex berkata seperti itu, kami berada di tengah lapangan, dari spot ini semua terlihat. Benar saja, lampu aula tiba-tiba menyala dengan sendirinya. Ah ya ini gila. Alex berjalan diikuti Joel, aku, kemudian Sam. Mencoba berpikiran positif dan pura-pura tidak terjadi apa-apa. Kami melanjutkan pekerjaan tadi sore. Menata beberapa karya seni dan lukisan mistis milik Alex yang memang menyeramkan juga kalau dilihat. Kami memutar musik keras-keras. Bertujuan agar kami tidam mendengar suara lainnya. Yah kami semua tau aula ini tidak biasa. Semua mungkin terjadi disini. Banjir yang tak tahu darimana datangnya, 2 Mr. Poc di antara kursi-kursi, anak kecil berlarian. Tapi hari ini semua terlihat tenang. Entah aku tak bisa melihatnya atau Alex mencoba tidak membahasnya, atau apa? Entahlah. Aku tidak berharap melihat. Joel menepuk pundakku yang hanya duduk sambil mengotak atik smartphone. Menyuruhku naik ke bangku dan memasang lukisannya. Awalnya aku menolak karena kakiku sudah lelah sekali. Dan ya aku melakukannyan. Ditengah pekerjaan kami yang hampir selesai. Entah kenapa aku tergoda melihat pojok ruangan yang terdapat mimbar. Cuma pengen tau aja. Dan aku merasa di balik mimbarnya ada sesuatu. Aku memperhatikannya lama. Terlihat sebuah bola. Entahlah bulat. Muncul dari bawah mimbar. Baiklah ini bukan lelucon. Ini serius. Bola warna hitam karena penerangan minim. Setelah lebih memaksa mata menatap, aku tau itu bukan bola. Yah itu kepala. Kepala manusia I think. Rambutnya semakin memanjang saat semakin lama kulihat. Arrh what da fk is this Aku menarik Sam dan Joel keluar. Saat mereka bertanya ada apa aku hanya diam. Karena aku tahu dia yang ada di dalam sana memperhatikan kami. Aku menghentikan aktivitas Alex dan menyudahi malam gila ini. Waktu menunjukkan pukul 11. Beberapa kali penjaga sekolah kami mengingatkan soal kunci gerbang. Gerbang sekolah ada 2. Kami menaruh motor di gerbang pertama. Tapi di gerbang kedua sudah terkunci rapat. Jalan satu-satunya agar dapat keluar adalah lewat lantai dua kemudian turun ke pintu samping. Berputar sedikit melewati parkiran yang gelapnya aduhai. Aku mencengkeram lengan Joel dan Sam. Bau amis, wangi menyambut kami saat naik ke lantai dua. Sial. Alex berjalan tenang di depan kami mengatakan "permisi mbak kami cuma mau numpang lewat". Kampret kampret. Baiklah calm down. Aku menutup mata berharap ini semua segera berakhir. Dan ya lami berhasil keluar dari sekolah pukul 11:20.

What a day
From this story, we know that semua peraturan dibuat bukan tanpa alasan. Maybe i''ll tell u more about my school. My creepy day with Alex. He's my partner. Partner yang selalu ngajak main ginian. Yang horror-horror. Dan bodohnya aku nggak nolak. Karena aku juga kepo sebenernya.

See u sooncerita hantuand thanks.
© 2020 kliwon.com. All rights reserved.