Posted by CarlosFSN • 29-09-2016 05:18

Nasib Anak Malang Yang Selalu Dipaksa Belajar Oleh Ibunya



Kejadian itu terjadi pada 12 tahun yang lalu, waktu itu aku masih kelas 3 SD. Taman dan lapangan dikota adalah tempat bermainnya aku dan teman - teman.
Oh, itu dia. Anak yang berambut rapi dan selalu berpakaian rapi. Dia adalah Hendri, dia satu angkatan denganku. Di sekolah dia selalu menyendiri dan tidak berteman dengan orang lain. Meskipun istirahat diapum hanya duduk diam dibangkunya.
Pernah sekali saat pulang sekolah aku dan teman - teman memanggilnya tapi dia tetap tidak merespon, temanku yang bernama martin berkata bahwa ayahnya telah meninggal. Jadi ibunya ingin dia menjadi orang sukses, jadi sangat ketat. Temanku yang bernama indah pun bilang dia sering dipukuli oleh ibunya. Tapi setelah aku pikir nilai dia sekolah biasa - biasa saja tidak ada peningkatan sama sekali.

Besoknya aku menghampiri hendri untuk mencoba mengajak dia bermain bola.
Aku : Ayo, bermain bola
Hendri : Tapi, ibuku bakalan marah.
Aku : Sebentar saja Nanti kalo sendiri nanti jadi kutu buku loh.
Hendri : Baiklah, main sebentar saja ya.
Kami pun bermain sepak bola bersama. Tapi berselang berberapa menit ibu hendri datang.
Ibu Hendri : Hendri (sambil menampar hendri). Kamu masih berani main Nilai kamu itu jelek Emang kamu sama seperti mereka ? Kamu tidak punya apa - apa Harus hidup sendiri Ngerti gak ?
Kami tidak bisa berbuat apa - apa, kami hanya bisa melihat wajah penuh kesedihan hendri. Seperti meminta tolong ke kami sebelum masuk ke neraka. Namun kami hanya berdiri disana dan tidak bisa melakukan apa - apa.

Suatu malam. Sebelum tidur, aku mendengar suara berisik lagi dari rumah hendri. Dan aku juga mendengar suara jeritan ibu hendri memarahi hendri. Aku hanya mendesah. Dan tidak ada yang bisa aku lakukan. Setelah suasana mulai tenang aku mulai terlelap. Saat tidur aku bermimpi tentang hendri. Dia meminta ku menemaninya bermain sepak bola. Tapi saat aku mengambil bolanya tiba - tiba bola itu berubah menjadi kepala hendri dan dia berkata "Temani aku bermain , aku ingin bermain denganmu". Aku langsung terbangun. Tidak kusangka mimpi bisa membuat ku menangis.

Keesokan harinya aku melihat banyak orang berkumpul didepan rumah hendri, aku ingin kesitu tapi ibuku menahanku. Aku berusaha melepas tangan ibu, untuk melihat apa yang terjadi. Aku terkejut dengan apa yang ku saksikan, itu hendri yang sudah bersimbah darah dengan kepalanya yang hancur. Setelah diselidiki ternyata hendri bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 2 rumahnya, karna stres selalu ditekan ibunya. Gara - gara musibah ini ibu hendri menangis karena kesalahannya hendri meninggal. Seminggu setelah hendri meninggal teman - temanku datang kerumah ku. Katanya sekarang malam - malam ada anak kecil yang sering mengetuk pintu. Dan sekarang ada yang mengetuk pintu. Kita ketakutan semua, untung ada ibu yang menenangkan kita. Ternyata yang mengetuk pintu adalah ibu hendri. Ibu hendri bercerita kepada ibuku, semalam dia bermimpi tentang hendri. Hendri berkata kepada ibunya bahwa dia sangat capek dan sangat kesepian. Hendri juga berkata dia ingin bermain bersama kami tapi kami tidak peduli dengan dia. Aku tidak peduli dengan apa yang diceritakan ibu hendri dan aku juga tidak ingin melihatnya. Namun, dari pantulan TV aku melihat ibu hendri dan aku juga melihat hendri dibelakangnya dengan kepala yang hancur tersenyum kepadaku. Aku berteriak karena ketakutan, ibuku langsung menangkan ku. Teman - temanku dan ibu hendri langsung berpamitan pulang, dan aku langsun ditidurkan dikursi oleh ibuku.

Keesokan harinya, aku memberanikan diri untuk bermain ditaman. Saat kembali kerumah aku sengaja meninggalkan bolaku ditaman untuk kuberikan kepada hendri, agar dia disana tidak ketakutan dan kesepian lagi dialam sana. Lalu, karena ayahku akan dipindah tugaskan kerjanya maka kami sekeluarga pindah dari rumah kami. Tetapi, menurut kabar setiap malam disana selalu terdengar suara anak kecil bermain sepak bola sambil tertawa.
THE END.


Maaf kalau ceritanya panjang terus gak jelas juga ????
Sumber : GUKOMI ( UC Talks ) dengan sedikit perubahan
© 2020 kliwon.com. All rights reserved.