Jawa tengah Semarang
Posted by jade • 24-10-2016 17:23

Ghost @ School 9 - Cerita dibalik Cerita



[INDENT]Juni 2005, sekolah kami kedatangan tamu yang sangat istimewa. sepertinya bukan merupakan sebuah kebetulan, tamu-tamu ini terus berdatangan dari sejak seminggu yang lalu. tamu-tamu inilah yang akan menguak misteri dibalik kejadian-kejadian aneh, menyeramkan, dan bahkan membahayakan nyawa seluruh penghuni sekolah. ya, tamu-tamu ini datang jauh dari Jakarta, khusus untuk menelusuri sekolah kami. dan, mereka adalah tim dari "Jejak Paranormal". salah satu acara di salah satu stasiun tv swasta.
[/INDENT]pada hari tersebut diatas, adalah puncak dari investigasi. kami yang sebetulnya sudah sangat muak dengan gangguan-gangguan dari para makhluk aneh disini, terpaksa tetap harus menyaksikan, karena memang asrama sekolah ini adalah tempat tinggal kami.
[INDENT]matahari telah terbenam. saat itu pukul 7.30 malam dan semua tim sudah siap dengan segala perlengkapan siaran. tampak juga disana, sosok Ki Prana Lewu, Ana Cikey, dan seorang artis ibu kota yang tidak terlalu ku kethui namanya. dan observasi dimulai dari area kelas-kelas di lokal A. itu adalah gedung bagian terdepan dari sekolah. aku tak tahu jelas, apa yang mereka katakan karena jarak kami cukup jauh agar tidak mengganggu jalannya syuting. lalu obesrevasi dilanjutkan menuju lokal B di belakang. dalam perjalanan, aku sempat mendengar Ki Prana berkata, "ada energi yang sangat besar dari arah belakang. dan dia mengikutinya. perasaan itu sama seperti rasa yang kurasakan beberapa saat sebelum kemunculan sosok "simbah". dan benar saja. Ki Prana tiba-tiba berteriak dan Istighfar melihat suatu sosok yang saat itu tak dapat kami lihat. Ia ceritakan bahwa sosok tersebut memiliki wujud yang sangat mengerikan. dimana semua anggota tubuhnya berantakan. dada sampai perut, kepala dan tangannya bersatu di kakinya. begitu mendengar hal tersebut, aku langsung menyadari kalau itu adalah sosok "simbah". namun tak lama, sosok tersebut berpindah ke tempat lain, dan, seluruh tim mengejarnya.
[/INDENT]hingga sampai di lantai 2 lokal B, mereka memutuskan untuk berpisah menjadi 2 tim. Ana Cikey dan artis itu berpisah dari tim ki prana dan menuju ke areal ruang lab. Biologi, dimana Ana berkata ada sebuah tarikan energi yang cukup besar disana. aku dan 3orang kawan yang bersedia jadi narasumber dan mediator pun harus berpisah, dan aku mengikuti Ana. dalam hatiku berkata,"itu adalah tempat ku lihat sosok patung peraga yang bergerak (baca dulu G @ S 2). sampai disana, Ana pun mengatakan hal yang sudah ku duga. ada suatu energi yang tidak beres dari patung tersebut. dia mencoba membaca energi yang terpancar dari patung itu. Ana terdiam sejenak dalam posisi berjongkok di bawah patung. aku dan tim menunggu dengan hati gusar. sesaat kemudian Ana pun bangkit dan berkata, "energi dari para siswa dan guru yang tiap hari menggunakan patung tersebut, terserap olehnya.dan dikarenakan kondisi energi di sekolah yang ramai di pagi sampai sore hari dan langsung berubah sepi pada malam hari, membuat energi yang tadinya diam menjadi bergerak. dari yang tadinya padat oleh energi siswa dan guru, tiba-tiba anjlok drastis menjadi sepi dan longgar, sehingga energi yang tersimpan dalam patung ikut bergerak. dan Ana pun menetralisir patung itu, serta ruang lab. dan kelas-kelas di lokal itu. tiba-tiba terdengar teriakan dari atas. kami langsung mengejar arah teriakan yang sepertinya berasal dari tim ki prana. dan ternyata benar. salah satu crew kesurupan. matanya melotot tajam melihat seluruh tim terutama ki prana. saat ditanya oleh ki prana mengenai jatidirinya, tentang namanya dan makhluk-makhluk lain yang ada di sekolah ini, dia justru menangis dan bertingkah ketakutan. dia (orang yg kesurupan ) berkata, kalau ia takut untuk menjawab. ia berkata sosok di ujung lorong menatapnya dengan tajam. ia berkata bahwa sosok itu adalah sosok yang terkuat disini. karena tidak banyak informasi yang diberikan, maka ia dikeluarkan dari tubuh crew itu.

    [INDENT]dan mediumisasi berlanjut. kali ini kawanku, si Jono yang dulu pernah ku ceritakan terpilih menjadi mediator, karena dianggap fisiknya mampu. jono duduk bersila dengan mata terpejam, sementara ki prana melakukan doa-doa dan ritual untuk memanggil sosok yang konon terkuat disini itu, yang kami duga adalh sosok "simbah". dan tak lama, jono pun mengerang, lalu menggeram seperti macan. matanya melotot ke arah ki prana. ia mencoba menyerang ki prana hingga tangan kanan ki prana terluka terkena cakaran Jono yang kesurupan. dengan bantuan Ana cikey, mereka berhasil melemahkan Makhluk dalam tubuh Jono. dan percakapan pun di mulai :
    Jono : ngopo kowe kabeh do rene. lungo kabeh. ojo ngganggu ( ngapain kalian semua kemari. pergi kalian. jangan ganggu)
    Ki Prana : Siapa kamu?? apa kamu yang sering mengganggu anak-anak dan guru disini??
    Jo : iyo. aku. bocah-bocah kene nyeluki aku simbah (iya, aku. anak-anak sini panggil aku simbah)
    Ki : kenapa kamu mengganggu mereka? bahkan membahayakan keselamatan mereka?
    Jo : wong-wong kabeh kui wis ngrusuhi anggon ku turu. kui salahe sopo? aku wis anteng turu, kok malah golek molo. saiki rasakno. (orang-orang itu sudah mengusik tidurku. itu salah siapa? aku sudah baik2 tertidur, kalian malah cari penyakit. rasakan sekarang.)
    hanya sampai disitu percakapan terjadi, lalu jono berteriak dan makhluk itu keluar dari tubuh Jono.
    karena merasa percakapan mulut tidak membuahkan hasil, Ana memutuskan untuk mengenal simbah dengan cara membaca sisa energi simbah yang tertinggal di ruangan. Ana duduk bersila selama kurang lebih 2 menit, dan dia bangkit lalu berkata, "tidak banyak yang bisa saya dapatkan. saya hanya merasakan sakit banget di dalam dada saya. saya seperti marah banget, dendam, terus sedih banget". lalu tim mengajakku untuk melakukan sebuah ritual. ritual ini mereka sebut proyeksi astral. aku tidak tahu apa itu. aku hanya diminta untu berbaring dan memejamkan mata, dan aku menurut saja. tiba-tiba rasanya aku seperti tertidur dan bermimpi. anehnya, saat itu aku benar-benar sadar kalau aku dalam mimpi. bahkan aku bisa mendengar suara dari Ana Cikey dan Ki prana. mereka mengatakan bahwa saat ini alam bawah sadarku sedang berjalan di dimensi, dimana semua keganjilan di sekolah ini bermula. dan mereka menyuruhku untuk terus menceritakan semua yang aku lihat dan aku rasakan di dalam sini. aku seperti berada di sebuah tempat terbuka yang sangat luas. hanya ada sebuah bangunan yang mungkin berukuran 10x5 meter. aku memasuki bangunan itu. sepertinya itu adalah sebuah barak tentara. terlihat dari tempat tidur2 yang berjajar disana. namun, mataku melihat kebawah, dan kudapati di lantai keramik berwarna putih ini ada banyak ceceran darah. hatiku mulai tak karuan. kulihat di belakang ada sebuah pintu, menuju keluar. aku melewati pintu itu dan dikejutkan oleh pemandangan yang sangat mengerikan. sangat banyak mayat yang bergelimpangan. kepala mereka terputus dengan mata terbuka dan ada pula yang tercongkel. tangan dan kaki serta tubuh yang sudah tidak utuh. pokoknya mereka termutilasi. ku lihat baik-baik wajah mayat-mayat itu, dan mereka adalah wajah-wajah orang indonesia. namun ada juga beberapa kepala yang terlihat seperti orang barat. tiba-tiba dari tubuh mereka seperti mengeluarkan asap berwarna merah yang terus membumbung hingga kira-kira setinggi 10 meter, dan asap itu berkumpul, memadat dan membentuk sosok yang tidak asing. ya. sosok "simbah". aku berlari keluar dan dalam perjalanan keluar, ku lihat bendera putih dengan lingkaran merah ditengahnya yang saat itu ku kenali sebagai bendera jepang. begitu keluar dari pintu, nampak ada empat orang tentara dengan seragam seperti tentara jepang sedang menggiring seseorang ke belakang. hatiku menduga-duga, orang yang mereka giring itu akan dijadikan hal yang sama dengan orang-orang di belakang tadi.
    [INDENT]tiba-tiba Ana membangunkanku. tubuhku sangat lemah, sehingga Ana dan ki Prana menyuruhku untuk beristirahat di belakang kamera. Ana menjelaskan, bahwa sosok "simbah" yang begitu melegenda disini adalah kumpulah dari energi-energi negatif para korban pembantaian oleh jepang. rasa takut, marah, sedih dan dendam dari para koran berkumpul dan menyatu membentuk sosok yang beitu kuat. yaitu "simbah". namun sosok itu berhasil ditidurkan, sampai pada akhirnya tanpa sengaja terbangun oleh kelakuan beberapa siswa.( baca dulu kisah sebelumnya, "waking up song")
    [/INDENT]akhirnya terjawab sudah. mengapa sosok simbah ini memiliki kekuatan yang cukup besar dan wujud yang mengerikan. dan Ana menambahkan, dengan mengirimkan doa yang tulus, memohonkan kepada Tuhan agar dosa-dosa para korban diampuni, dan kematian mereka disempurnakan, itu sudah cukup sebenarnya untuk menenangkan sosok simbah.
    [INDENT]observasi berlanjut ke lokal C. yaitu gedung asrama dan ruang guru. disana tanpa sengaja ku lihat sosok Mytha tengah berdiri mengambang diantara balkon asrama. dan ternyata, Ki Prana juga melihatnya. dan konon, sosok Mytha juga tertangkap kamera, sehingga membuat juru salah satu juru kamera berlari. ki prana mencoba berkomunikasi dengan mytha.. tak lama ki prana menjelaskan, bahwa, sosok ini adalah seorang siswi yang meninggal karena sebuah kecelakaan yang terjadi di jalan depan sekolah saat jam pulang sekolah. saat itu, tiba-tiba pandangan gadis ini jadi gelap dan tak menyadari sebuah truk sudah bersiap menerjang tubuhnya. dadanya hancur dan kepalanya pecah. hatiku tersentak hebat mendengarnya. tak kuduga kondisi kematiannya begitu nahas. sebab selama ini ia muncul dengan wujud yang tidak terlalu buruk. kecuali satu hari saat itu(lagi-lagi,baca cerita sebelumnya. G @ S 5)
    [/INDENT]kembali ke ki prana lalu ia menambahkan kenapa sosok mytha masih "terperangkap" di sekolah ini dan sesekali mengganggu siswa. ternyata, khorin (roh pendamping) mytha yang masih belum menyadari bahwa arwah sejati mytha sudah diambil Sang Pemilik, terus berjalan kebingungan, hingga ia ditarik oleh sebuah energi yang besar dari sekolah ini. itu adalah energi dari simbah. kemudian, mytha dijadikan salah satu budak atau kaki tangan simbah karena energi simbah jauh lebih besar.
    [INDENT]malam sudah semakin dingin, dan ki prana serta ana cikey di bantu oleh para crew yang dianggap mampu melakukan "ruwat" terhadap ruang-ruang kelas dan tempat-tempat yang dianggap gawat.
    [/INDENT]setelah itu, pukul 2.30 pagi, observasi diakhiri dengan berdoa bersama. kami semua berkumpul di aula. ki prana mengajak seluruh warga sekolah dan warga sekitar sekolah untuk memohon kepada Tuhan agar arwah para korban diampuni dan disucikan. doa terus berlanjut sampai adzan subuh berkumandang. yang berarti jam tidur kami, warga asrama, cuma tinggal kurang lebih 1 - 2 jam, karena kami tetap harus sekolah.
    [INDENT]malam yang benar-benar melelahkan namun penuh pembelajaran. sehingga kami bisa tahu "cerita yang sebenarnya dibalik Cerita".
    [/INDENT]
© 2020 kliwon.com. All rights reserved.