Posted by nacchan • 21-07-2015 03:20

Sleep paralysis



Saya tidak tahu apakah ini benar-benar karena gangguan hantu atau murni sleep paralysis biasa. Kejadian ini saya alami waktu saya nge-kos di daerah Karangmalang, Jogja. Tempat kos saya ini di belakang kampus saya pas, jadi kalau kuliah gampang ga sampe sepuluh menit udah nyampe.
Dari dulu saya memang pernah mengalami sleep paralysis beberapa kali, atau yang orang jogja bilang 'tindihan'. Tapi selama ini paling yang saya alami hanya 'terbangun tapi tak bisa bergerak'. Kata ibu saya sih itu dikarenakan saya sedang kelelahan jadi waktu bangun tubuh terasa kaku. Saya sih percaya-percaya aja penjelasan ibu saya. Tapi tindihan yang saya alami kali ini berbeda dari yang sebelum-sebelumnya.

Jadi ceritanya, di suatu malam saya terbangun dari tidur. Waktu itu saya tidur cepat, jadi saya terbangun sekitar pukul sepuluh atau sebelas malam. Saat saya bangun, saya merasa tidak bisa menggerakkan badan. Saya tahu tindihan itu seperti apa dan juga sudah pernah mengalaminya, jadi saya diam menunggu sambil berusaha menggerakkan badan, karena biasanya tindihan tidak bertahan lama. Karena sudah biasa anak kos melek sampai malam, saya bisa mendengar suara dua orang teman kos saya bercakap-cakap di kamar sebelah saya.
Posisi kasur saya langsung di lantai tanpa ranjang, mepet pada dinding dan berseberangan langsung dengan pintu. Saya tidur menghadap dinding, jadi otomatis membelakangi pintu. Saya orangnya kalau tidur harus pakai selimut, ga peduli hawa panas atau dingin. Nah, malam itu seperti biasa saya tidur dengan selimut menutupi sampai bahu.
Saat saya sedang berkonsentrasi berusaha menggerakkan badan, tiba-tiba saya merasa selimut saya ditarik dari belakang. Ga hanya sekali, tapi beberapa kali. Saya langsung panik, mata saya otomatis melirik ke arah belakang saya. Tapi yang saya lakukan ini malah membuat diri sendiri makin panik, karena yang saya lihat hanya hitam.
Jadi pandangan saya seperti dibatasi oleh sesuatu. Saya bisa melihat ke atas dan ke depan, tapi ketika melirik ke samping (ke arah belakang saya) seperti ada dinding pembatas dan kelihatannya bagian belakang saya semuanya berwarna hitam. Saya berusaha mengeluarkan suara dan dalam hati berkali-kali ber-istighfar. Saking paniknya rasanya saya ingin menangis.
Setelah agak lama barulah saya bisa mengeluarkan suara lirih. Saya memanggil teman yang sedang ngobrol di sebelah. Suara saya memang lirih, tapi beruntung teman saya mendengar. Dia bilang 'itu si N bukan?' lalu menyahuti 'Iyaaa ada apa?'
Setelah itu saya bisa bergerak kembali. Saya pun segera bangkit dari tempat tidur dan berlari keluar kamar menuju kamar sebelah tempat kedua teman saya ngobrol. Saya menceritakan kejadian itu pada mereka, dan mereka bilang mungkin sebelum tidur saya tidak berdoa. Malam itu saya numpang tidur di kamar teman saya itu, karena takut tidur sendirian di kamar. Itu pertama kalinya saya numpang tidur di kamar teman, padahal biasanya setakut-takutnya saya (habis nonton horor misalnya) tidak pernah saya sampai numpang tidur.
Setelah kejadian itu, saya jadi sering tindihan. Tapi tindihan biasa, yaitu tidak bisa menggerakkan badan atau kadang-kadang tidak bisa bernafas (seperti ada yang menduduki dada saya). Akhirnya beberapa minggu setelahnya saya bercerita soal kejadian itu pada teman saya yang lain. Dia bilang memang tidak bagus kalau posisi tempat tidur berseberangan dengan pintu. Setelah mendengar itu saya pun langsung memindah posisi kasur saya.
Namun ternyata itu tidak berefek. Saya masih sering tindihan. Saya mengatasinya dengan berganti posisi tidur setiap kali habis tindihan. Lama-lama tindihan saya makin jarang.
Sampai saat ini, ada beberapa hal yang masih saya pertanyakan. Misalnya saja, belakangan saya tahu kalau tindihan atau sleep paralysis itu kadang-kadang kita bisa melihat bayangan hitam. Apakah separuh pandangan saya yang menghitam itu juga termasuk? Kemudian waktu selimut saya ditarik-tarik. Saya kan tidak bisa bergerak, jadi siapa yang menarik selimut saya? Atau itu hanya perasaan saya saja?
Sampai sekarang saya kadang-kadang masih suka tindihan, tapi sudah lebih jarang dan alhamdulillah tidak pernah lagi melihat hitam-hitam atau selimutnya ditarik-tarik.

Segini saja dulu cerita dari saya, maaf kalau panjang dan agak bertele-tele. Saya hanya ingin share sedikit ke teman-temancerita hantu
© 2020 kliwon.com. All rights reserved.