Yogyakarta Yogyakarta
Posted by anddrienj • 10-04-2016 22:38

parkiran indomaret



aku berjalan menyusuri lorong gelap kost ku. sendirian. aku merasakan gejolak yang luar biasa diperut ku. saat itu waktu menunjukkan pukul 11.11 pm.
"sial padahal aku sudah makan beberapa jam yang lalu" aku mengumpat kesal.
dengan gesit aku menyalakan motor ku dan pergi ke indomaret. berharap menemukan beberapa snack yang ku suka disana.
malam itu jalanan cukup sepi. ditambah dengan lampu jalan yang entah bagaimana mati-hidup-mati-hidup seperti lampu disko. lalu asap mengambang diudara dengan bebasnya.
entah siapa yang membakar sampah selarut ini membuat suasana semakin horror saja.
akhirnya aku sampai juga di indomaret. entah kenapa aku merasa ada yang aneh diparkiran itu. seperti ada sepasang mata yang sedang mengawasi ku. aku memperhatikan sekeliling ku tetapi tidak ada siapa pun disana selain aku. ya. aku sendirian disana. ah mungkin perasaan ku saja. aku mencoba menyangkal dalam hati.
setelah membeli beberapa snack aku memutuskan untuk segera pulang. dan aku merasakannya lagi. seperti ada sepasang mata yang sedang mengawasi ku. seketika angin berhembus pelan hingga ke tulang ku. aku merinding. membuat suasana semakin mencekam. dengan sedikit berlari aku menuju motorku.
saat itulah aku mendengar langkah kaki.
"sial kalaupun itu memang orang jahat. dia tidak akan berbuat yang aneh aneh kan sementara cctv masih mengawasi tempat ini" aku membatin.
baiklah waktunya pulang dan aku masih mendengar suara langkah kaki itu. semakin mendekat..
lebih dekat..
aku tidak berani melihat kebelakang. bahkan melirik spion pun aku tidak berani. dengan gugup aku menyalakan motor tapi tidak menyala juga. ah sial rasanya aku ingin berteriak tetapi leherku seperti tercekik. nafas ku sesak. kini langkah kaki itu berhenti tepat di belakang motorku. dan langkah itu maju beberapa langkah lagi. aku terdiam. tidak bergerak sedikitpun. badan ku terasa kaku.
"apakah.. apakah hal yang paling ku takutkan akan terjadi?" pertanyaan itu memenuhi kepala ku. membuat dada ku semakin sesak. aku tidak berani memikirkan kemungkinan terburuknya.
"EHEM" seseorang dibelakang ku berdehem.
Oh Tuhan jantung ku berdegup kencang. seperti bom waktu yang siap meledak ketika mencapai batasannya. aku memberanikan diri untuk menoleh.
"mau ke arah mana mba?" tukang parkir itu tersenyum ramah pada ku.
"uh..itu.. ke kanan mas" seluruh tubuhku terasa lemas tak berdaya. dasar tukang parkir sialan. bahkan selarut ini? argghhh aku merogoh saku lalu memberikan dua koin 500 padanya.
"terimakasih mba" katanya sambil tersenyum.
"oh iya, standarnya mba jangan lupa" katanya lagi dan langsung pergi.
aku melihat standar lalu menepuk jidat. kemudian menaikkannya. setelah motor menyala tanpa pikir panjang aku langsung pergi meninggalkan parkiran dengan perasaan kesal.
© 2020 kliwon.com. All rights reserved.