Jawa timur Surabaya
Posted by AGERA • 08-10-2016 18:12

Limbo



Malam mulai larut dan hujan sudah turun, aku pun mulai meletakkan barang-barang dan badan setelah lelah seharian dikejar oleh bos bren***k di kantor dengan deadline yang tidak masuk akal. kesehatan ku juga mulai menurun aku menolak segala macam obat dan lebih percaya pada kemampuan tubuh dan makanan sehat yang kumakan.
Malam itu entah kenapa seluruh badan terasa pegal dan sakit, akhirnya aku minum segelas air dan segera tidur dan tidak lupa menyetting alarm pada pukul 05.00 agar tidak kena omel oleh bos di kantor.
Pagi hari aku terbangun dan entah mungkin karena efek makanan sehat yang biasa aku konsumsi tubuh ku rasanya segar dan ringan, segera saja aku mandi dan siap berangkat kekantor, kusapa tetangga depan rumah namun dia cuek, sombong sekali pikirku ahhh... mungkin dia sibuk dan segera kupacu motorku ke kantor.
Sesampai di kantor segera ku parkir motorku, anehnya pak parkir bahkan tidak melihatku ooooooo pagi pagi sudah bikin badmood semua, aku berteriak namun tidak digubris aku segera saja masuk ke kantor, disana semua sibuk dengan kegiatan mereka bahkan aku menyapa pun tidak dibalas, ah yasudahlah aku segera ke mejaku dan bersiap bekerja, kuambil semua map-map yang dibutuhkan untuk diselesaikan dan kukerjakan.
Sore hari saat aku akan pulang aku berpapasan dengan bos yang sedang ngobrol dengan teman ku, bos bertanya dengan nada tinggi mengatakan bahwa aku tidak datang hari ini, aku mulai naik darah kudatangi dan ku maki didepannya namun dia tidak menggubris apa lagi menanggapi, kucoba menampar, namun dia kembali normal, saat itu aku mulai sadar ada yang tidak beres.
Aku langsung menaiki motor dan ngebut ke rumah, sampai dirumah kulihat ambulance dan tetangga berada didepan rumahku, petugas ambulance mengangkat tandu dan yang diangkat adalah... AKU, ya aku kaget bukan main dan tidak dapat berkata-kata, aku tidak dapat bertanya ke siapapun dan aku tidak dapat kemanapun, aku menjadi roh dengan daging namun tidak terlihat.
Langsung kukejar ambulance tersebut ke rumah sakit, kulihat tubuhku sendiri masuk ke ICU dan di sana segala horror yang pernah kulihat di layar kaca muncul, seorang dengan kepala yang hampir putus, suster dengan kaki penuh belatung dan bola mata yang keluar, seorang pasien dengan muka penuh darah dan seluruh badan bernanah, satpam dengan wajah hanya setengah, anak kecil yang berlarian dengan tali pusar masih menancap dan muka yang sangat pucat, aku tidak bisa meminta tolong. Tiba-tiba ada seorang tua berwajah cerah memegangku, akhirnya seorang manusia namun setelah aku menoleh dia berubah menjadi menyeramkan mulutnya robek dan matanya hilang, dia hanya mengatakan "masuk ke ICU, belum terlambat".
Nasihat kuterima dan aku masuk ke ICU, detak jantung nyaris habis, dan tekanan darah yang menurun, aku pun hanya bisa menangis menyesali segala egoku yang anti akan obat-obatan dan berakhir bodoh, namun pada saat itu aku merasa tersedot, samar-samar namun terasa, sampai akhirnya sangat kuat seperti angin puting beliung aku tertarik ke tubuhku, dan aku terbatuk, terbatuk, dan terbatuk lagi sampai aku membuka mata, dokter langsung bergerak sigap, semua terasa seperti mimpi, namun mimpi yang benar-benar buruk.

FIN
© 2020 kliwon.com. All rights reserved.