Bali Mambal, Badung
Posted by kevin_aditya • 07-05-2016 18:41

Tangisan Bayi



Ini cerita dari kakekku tentang pengalamannya saat mekemit (jaga malam) di Pura Melanting atau Pura yang berdekatan dengan Pasar didesaku. saat kakekku giliran mekemit adalah sehari sebelum Kajeng Kliwon yang merupakan hari paling keramat bagi masyarakat Bali dan juga bertepatan dengan odalan di Pura.

Suasana di areal Pura tidak ada yang aneh, kakekku bersama beberapa warga, juga tidak merasa hal yang aneh terjadi, mereka asik berbincang sampai tidak merasa sudah pukul dua dini hari, saat itulah lampu tempat orang mekemit tiba-tiba mati kemudian hidup lagi, saat itulah kakekku merasa perutnya mules, dan dia langsung lari ke toilet yang letaknya di areal pasar, setelah lega ia pun keluar dari toilet dan berjalan menuju Pura, ia kaget karena mendengar suara tangisan bayi, karena penasaran ia pun mengikuti suara tersebut, akhirnya di jalan dekat pasar dia melihat seseorang sedang menimang-nimang bayi sambil menari sederhana dan menyanyikan lagu tradisional Bali, rambutnya berantakan dan panjang sampai ke tumitnya, tubuhnya lumayan besar, kakekku yang berada di sekitar jarak lima meter di belakang terus mengamati orang itu, karena kakekku penasaran apakah dia orang yang lagi ngeleak atau mahkluk gaib, kemudian tari dan nyanyian orang tersebut terhenti, ia mulai membalikkan badan, dan muncul cahaya yang menuju ke arah kakekku, ia pun langsung pingsan saat itu juga dan tak sempat melihat wajah orang itu.

Saat paginya kakekku dibangunkan oleh Pemangku Pura dan orang-orang yang bersamanya saat mekemit, "he, kalau kamu sudah ngantuk pulang saja jangan tiduran disini" kata salah seorang temannya sambil tertawa, kemudian kakekku menceritakan pengalamannya kepada mereka, dan Pemangku menjawab bahwa yang kakekku lihat adalah sosok penjaga Pura Melanting yang dipanggil Ratu Niang (sambil menunjuk sebuah patung yang berada di depan sebuah pelinggih di Pura), wajah patung tersebut sangat seram, matanya melotot, taringnya panjang, llidah menjulur, dan memegang seorang bayi, mirip dengan topeng leak di toko-toko, "beliau sedang berjalan-jalan karena sudah ada orang yang berjaga di Pura, beliau keluar untuk refreshing sedikit", ujar mangku "tetapi mengapa dia menyerang saya?", tanya kakekku, kemudian Mangku menjawab "itu karena auramu masih belum bersih karena habis buang hajat, jadi beliau merasa terusik", akhirnya saat odalan kakekku memohon maaf pada kepada Sang Penjaga Pura, dan tidak akan mengulangi kesalahannya.

kripikpasta
kurang lebih patungnya seperti ini
© 2020 kliwon.com. All rights reserved.