Sumatera utara sidikalang
Posted by #Anonymous • 07-06-2016 22:11

kuntilanak penggangu



"Kuntilanak penggangu"
Nama saya rani saya punya adik perempuan berumur 11 tahun namanya Ani, saya dan adik saya dikirim tinggal disebuah kontrakan didaerah lampung
Pada malam itu saya melihat adik saya ketakutan matanya melotot ke arah pintu.
Saya bertanya padanya Ani ada apa?
Kamu mimpi buruk ya ?
Tapi dia cuma diam dan masih memerhatikan ke arah pintu ...
Aku pikir dia cuma mimpi buruk jadi aku ajak lagi dia tidur ke esokan harinya sewaktu pulang sekolah .
Aku melihat adik ku duduk di teras rumah

Aku bertanya padanya
Ani kok gk masuk ?
Dia bilang dia mau nunggu aku
Padahal dia udah dari tadi pulang sekolah. Pada saat kami masuk kedalam rumah pandangan nya tertuju pada suatu sudut rumah. Saya mengajak nya untuk makan dia cuma mengangguk pada malam harinya kejadian seperti kemarin juga terulang Ani menangis ketakutan .

Akhirnya aku bertanya padanya apa yang srbenarnya terjadi padanya. Dia mengatakan kalau dia diganggu wanita yang bersimbah darah di sekujur tubuhnya sontak aku terkejut, dan aku menyadari kalau semalam sebenarnya juga ada yang membelai kaki ku, ada sesosok wanita drngan
Mata melotot kearahku namun kupikir itu cuma mimpi ...
Tiba terdengar suara cekikikan yang membuat bulu kuduk merinding,
Adik ku menangis ketakutan, kini dia berada di depan kami dia tertawa menyeringai ...
Malam itu aku dan adik ku diteror kuntilanak
Aku membaca semua doa yang aku hafal tapi dia seakan tak terpengaruh dia tertawa yang membuat jantung serasa mau copot, adik ku menangis sejadi jadi nya ...
Keesokan harinya aku menemui pemilik kontrakan, aku menceritakan semua kejadian yang aku dan adikku alami
Dia meminta maaf kepadaku
Sebenarnya dia juga tahu kalau kontrakan ku itu ada kuntilanak yang tinggal di rumah itu ...
Karna tidak tahan lagi akhirnya hari itu juga kami meninggalkan rumah setan itu
Aku meminta semua uang kontrakan u
Itu dikembalikan namun si pemilik kontrakan tak mau mengembalikN uang ku ....
Karena kami tidak mempunyai uang lagi untuk mencari kontrakan lain akhirnya aku dan adikku bertahan di rumah itu sementara waktu, sampai ayah mengirimkan kami uang lagi ..
Malam harinya kembali dia menggangu kami lagi. Suara cekikikan nyA kembali terdengar lagi ....
Aku kasihan melihat adikku menangis ketakutan karna aku tak tahAn lagi aku menantang kuntilanak itu ...
Aku mengatakan "kalau berani ayo kesini" seolah menjawab tantangan itu dia langsung menunjukkan dirinya ..
Ketika dia menunjukkan dirinya aku langsung pingsan ...
Keesokan harinya karna kami tidak tahan lagi mnghadapi tekanan kuntilanak itu.
Aku memtuskan untuk pergi dan meminta ayah untuk mengirimkan uang secepatnya...

Alhamdulillah akhirnya kami bisa pergi dari tempat itu.
Tapi wajah adiku masih ketakutan dia
Berbisik padaku kalau kuntilanaknya ngikutin kita...

© 2020 kliwon.com. All rights reserved.