Banten Tangerang
Posted by Zarathos • 13-12-2015 20:00

Pemain Misterius



Cerita ini berawal pada tahun 2014 silam. Saat itu saya berniat main futsal bersama teman-teman di salah satu lokasi di Tangerang. Saat itu saya bersama 10 orang teman menyewa lapangan untuk hari Selasa malam. Namun kami mendapat giliran lapangan pada jam 22.00 setempat, karena kami semua kalau pagi sampai sore harus bekerja di Mall Daerah Serpong Tangerang. Disitulah kami semua dipertemukan di satu gang tempat kami ngekost disekitar Mall.

Seperti biasa, kami berangkat masing-masing dari kosan ke tempat kerja yang berbeda dan ketemuan di warung kopi depan tempat futsal pada jam 21.30. Sembari nunggu yang lain saya, dan teman saya bernama Yayoy, Afredho, Aldi, Adidha dan Rifky, memesan kopi dan mie instan favorit kami.

Setelah pesanan kami selesai dan siap menyantap hingga habis, teman-teman yang lain belum terlihat batang hidungnya dan kami memutuskan untuk masuk lapangan futsal dahulu sebab waktu sudah menunjukan jam 22.10.

Sesampainya di dalam, kami berganti kostum. Dan saat itu Joni menyelesaikan administrasi lapangan yang belum kami lunasi kemarin. 10 menit berlalu ke 5 teman kami baru muncul dan tertawa lepas sambil berganti kostum di loker yang sama.

Dengan gelagat yang aneh menurut saya. Teman saya Satria, Harry, Andika, Asep dan Njoe memakai parfum yang menyengat dan berbau aneh. Namun saat itu tidak kami hiraukan karena pengen bergegas main.

Kami bermain futsal selama 2 jam berlalu tanpa ada keanehan sedikitpun. Bahkan kami bermain seperti biasa dan memenangkan pertandingan dengan skor 8-9 untuk tim kami. Ini yang membuat pikiran dan tubuh kami kembali segar dan gembira karena ini merupakan obat dari kejenuhan rutinitas kami.

Setelah selesai, kami pun pulang ke gang dimana kami semua nge-kost dan melepas lelah di malam itu karena keesokan harinya kami semua harus kembali ke kesibukan kerja kami.

Hingga esok sore, tak ada yang aneh dari kejadian di tempat futsal. Sampai akhirnya ketika kami ngumpul di sebuah warung kopi milik Mang Kumis didekat gang depan kosan Satria, Harry, Andika, Asep dan Njoe yang kebetulan mereka semua satu kosan. Tiba-tiba Asep meminta maaf karena tadi malam dia dan keempat kawan lainnya tak bisa ikut bermain futsal.

Nah, awalnya saya tak percaya karena kami semua semalam bermain seru pada malam itu. Disaat kami beradu argumentasi tentang tadi malam tiba-tiba Pak Surya (salah satu kenalan kami) datang dan berkata

"Terima kasih ya nak Asep telah mengantar istri Pak Surya ke rumah sakit dan menemaniya begadang dirumah sakit hingga Subuh," kata Pak Surya, yang istrinya terkena demam berdarah dan harus rawat inap di rumah sakit.

Saat itu kami berlima hanya terdiam dan kebingungan sembari bertanya-tanya ''Terus yang main futsal kemaren malam itu siapa?'' tanya kami semua........

Dari kejadian tersebut, kami hanya termangu dan tidak ada penjelasan atas apa yang kami alami dan tidak mau mengulanginya lagi. Sejak hari itu kami semua memutuskan untuk tidak bermain futsal di tempat itu lagi. Dan kalau pun main futsal, kami lakukan di hari minggu pagi dan tidak ditempat kami bermain dengan pemain 'misterius' lagi.
© 2020 kliwon.com. All rights reserved.