Bali Ubud, Gianyar
Posted by FridayThe13th • 25-04-2016 16:24

Suara Kera



Cerita ini merupakan cerita dari temanku, Mey. Sudut pandang cerita (point of view) diambil dari Mey.

Namaku Mey, aku berdomisili di wilayah Ubud, Gianyar. Cerita ini aku alami sudah lama, sewaktu aku berumur 14 tahun (sekarang 17 tahun). Hari itu aku mendapat kabar duka, dimana kakekku meninggal pada pagi hari. Aku pun terus diam di rumah tidak jadi sekolah untuk mengurus tamu maupun kerabat yang datang melayat. Ucapan belasungkawa terus berdatangan. Karangan bunga berjejeran di rumahku. Aku mendengar percakapan antara ayah dan pamanku, bahwa jenazah akan dilakukan prosesi pengabenan (prosesi pembakaran mayat agama Hindu di Bali) jadi masih didiamkan sementara di rumah.

Malam harinya banyak tetangga dan kerabat berkumpul di rumah. Mereka melakukan magebagan yaitu tradisi berjaga/begadang dari malam sampai pagi menjelang di rumah duka yg dilakukan oleh para lelaki. Aku tidak ikut, karena aku perempuan. Aku pun tidur di kamarku. Tiba-tiba aku terbangun dari tidurku. Jam menunjukkan pukul setengah 2. Masih terdengar suara orang bercakap-cakap yang sedang begadang. Yang aneh aku mendengar samar-samar suara monyet ataupun kera (aku tidak bisa membedakan suaranya). Monyet itu sepertinya ada banyak dan saling bersahutan. Padahal tidak ada yg punya monyet disekitar lingkunganku. Suara itu terdengar makin jelas membuatku takut. Aku kemudian memilih tidur di kamar kakakku. Disana sudah tidak terdengar suara monyet.
© 2020 kliwon.com. All rights reserved.