Bali Denpasar Timur
Posted by #Anonymous • 20-02-2016 11:11

Entah itu apa...



Halo.., kenalin namaku Bayu. Aku tinggal di pinggir kota denpasar timur. Daerah ini mungkin masih terbilang sepi penduduk.

Crita ini berawal saat aku duduk dikelas 2 SMP tahun 2002. Saat itu hari minggu, sebut saja Om Nok adalah tetangga yang sering ngajakin aku pergi mancing. Karena bosen sering macing ke pantai jadi kami sepakat mancing di sungai yang tidak begitu jauh dari rumah.

Ikan "Julid" adalah ikan yang secara budaya bali merupakan ikan peliharaan manusia dunia lain ( wong samar ).
Ikan ini pada umumnya memiliki fisik besar dan panjang kalo dibayangin kayak belut seukuran pipa 3".

Nah ikan Julid inilah target utama kami, dengan segala persiapan yg sudah lengkap, kami berangkat pukul 17.30 . Kenapa 17.30, karena dipukul ini ikan julid baru mulai mencari makan dan kata orang tua dulu, ikan ini baru mulai dilepas dari kandang oleh wong samar, bertujuan mempermudah penangkapan saja.

Perlengkapan seperti "canang" ( sesaji berupa kembang beralaskan daun kelapa yang dibentuk persegi ) kami haturkan bertujuan meminta izin kepada penghuni setempat.

Setelah melewati berbagai macam semak2 belukar semakin kedalam mencari spot macing yang pas. Lemparan umpan pertama kalipun dimulai hingga berselang waktu menunjukan pakul 20.54 ( lihat dihape ) entah kenapa satu ekorpun belum tertangkap.

Tapi pikiranku mulai merasa tidak nyaman, telinga sebelah kiriku seperi ada yang bergemam serasa panas dan telinga sebelah kanan seperti ada suara arrgghhh..tubuhku mulai kaku sebelah. Iseng aku menyapa teman macingku dan bertanya ternya dia merasakan hal yang sama.

Jadi kami anggap hal ini biasa saja, kami memutuskan untuk tetap bertahan. Lalu entah kenapa rasanya aku ingin lihat pohon tepat di depanku. Pohon yang bercabang dan sedikt rimbun disalah satu cabang pohon itu seperti ada yang duduk, samar2 badannya seperti bergerak kiri-kanan ( seperti orang santai dengerin musik ) semakin penasaran aku perhatikan berambut putih lebat menutupi mukanya dan tidak ada kaki hanya seperti kain samar2 putih saja. Tanpa babibu perlahan aku mendekati teman seperjuanganku dan berbisik, ayok kita pulang...

Tanpa bewa hasil satupun aku pulang dengan pengalaman pertamaku melihat wujud nyata dari dunia lain. Sekian pengalaman dariku salam kripik ^^

© 2020 kliwon.com. All rights reserved.